Sikap Kenegarawanan Jokowi Dan Prabowo

Sikap Kenegarawanan Jokowi Dan Prabowo

Direktur Eksekutif Survei dan Polling Indonesia (SPIN) Igor Dirgantara mendorong para elit partai politik (parpol) maupun calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) yang kalah mau melakukan rekonsiliasi nasional demi menjaga persatuan bangsa.

Menurutnya, yang dibutuhkan saat ini ialah sikap kenegarawanan, seperti yang pernah dicontohkan oleh presiden terpilih Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) setelah selesai berkontestasi kembali menjadi satu kekuatan untuk memajukan bangsa.

“Jokowi dan Prabowo merupakan tokoh dwi tunggal yang paling berpengaruh dalam kancah politik nasional saat ini. Prabowo dan Jokowi adalah dua tokoh utama yang bisa mewujudkan Indonesia Emas 2045, keduanya dapat menjadi contoh persatuan nasional,” ujar Igor, Minggu (14/4/2024).

Igor menambahkan, Prabowo sebagai tokoh yang luwes dalam berkomunikasi diyakini bisa melakukan rekonsiliasi juga dengan

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri karena dianggap tidak memiliki masalah baik pribadi maupun secara ideologi.

Prabowo, kata Igor, juga bisa melakukan konsolidasi nasional dengan lintas partai dan tokoh lainnya, sebab ketua umum Partai Gerindra itu memiliki 3 keunggulan sebagai tokoh pemersatu bangsa.

“Pertama, figur pemersatu bangsa itu ada pada satu tokoh yang bisa mempersatukan perbedaan itu sebagai pemersatu, yaitu presiden terpilih 2024, Prabowo Subianto,” kata Igor Dirgantara saat dihubungi, Minggu (14/4/2024).

“Apalagi Prabowo juga punya keunggulan di jaringan formal maupun non-formal, nasional dan internasional,” sambungnya.

Dikatakan Igor, meski ideologi partai politik berbeda tetapi memiliki tujuan yang sama yakni membangun bangsa.

Hal ini, lanjut Igor, menjadi kekuatan tersendiri bagi Prabowo dalam menyatukan perbedaan pasca Pilpres 2024.

“Kedua, partai politik di Indonesia punya ideologi yang berbeda, tetapi sebenarnya program dan narasinya seragam untuk kepentingan rakyat,” ucapnya.

Menariknya, kata dia, Prabowo adalah ketua umum partai yang tidak bisa didikte oleh siapa pun dan posisi ini menguntungkan Prabowo dalam bekerja.
Artinya, tidak ada intervensi dari pihak manapun dan membuat Prabowo benar-benar fokus bekerja untuk kepentingan rakyat.

“Prabowo adalah petugas rakyat yang independen dalam memprioritaskan kepentingan rakyat, bukan kepentingan partai politik,” jelasnya.

Prabowo sendiri sudah terbukti sangat dekat dengan rakyat, baik dari perolehan suara di Pilpres 2024 hingga memimpin berbagai organisasi yang bersentuhan langsung dengan rakyat bawah.

“Prabowo adalah sosok yang dekat di hati rakyat. Dia pernah menjabat Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), dan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI),” ungkapnya.

Igor pun mengakui langkah Prabowo menggelar silaturahmi ke Presiden Jokowi, beberapa tokoh bangsa dan elit politik, merupakan semangat rekonsiliasi dan saling menghormati pasca Pilpres 2024.

Prabowo paham bahwa persatuan bangsa adalah pilar menuju Indonesia maju ke depan.

“Itu poin ketiga. Perbedaan bisa dilakukan dengan sikap egalitarian, semangat rekonsiliasi dan saling menghormati sebagaimana ditunjukkan oleh Prabowo Subianto yang aktif bersilaturahmi kepada Jokowi dan beberapa ketum parpol pasca Pilpres 2024,” paparnya.

Apalagi, lanjut Igor, dukungan publik kepada Prabowo Subianto juga terlihat dari semangat masyarakat menanti hasil sidang Mahkamah Konstitusi (MK) dan pertemuan Megawati-Prabowo sebagai jalan terwujudnya rekonsiliasi nasional.

“Saat ini, publik tengah menunggu hasil putusan MK dan rencana pertemuan Prabowo-Megawati demi terwujudnya rekonsiliasi nasional,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *