Putuskan Sidang Sengketa Pilpres, Mega Minta Hakim MK Insaf

Mega Minta Hakim MK Insaf Putuskan Sidang Sengketa Pilpres, Singgung Putusan 90

Mega Minta Hakim MK Insaf Putuskan Sidang Sengketa Pilpres, Singgung Putusan 90. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri meminta hakim Mahkamah Konstitusi untuk mengambil keputusan bijak terkait sidang sengketa Pilpres 2024. Katanya, delapan hakim itu harus insaf.

Mega menyampaikan itu melalui suratnya sebagai Sahabat Pengadilan atau Amicus Curiae ke Mahkamah Konstitusi, Selasa (16/4). Surat ini diserahkan Megawati melalui Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat.

“Oleh karena itulah, belajar dari putusan Nomor 90/PUU-XI/2023 di Mahkamah Konstitusi yang sangat kontroversial, saya mendorong dengan segala hormat kepada hakim Mahkamah Konstitusi agar sadar dan insaf untuk tidak mengulangi hal tersebut,” kata Mega.

Putusan Nomor 90 adalah putusan MK terkait dengan diubahnya syarat untuk menjadi capres-cawapres. Yakni calon boleh berusia di bawah 40 tahun asal pernah atau sedang menjadi kepala daerah.
Putusan ini yang akhirnya bisa membuat Gibran Rakabuming Raka, anak Presiden Jokowi, melenggang sebagai cawapres Prabowo Subianto. Pasangan Prabowo-Gibran untuk sementara dinobatkan sebagai peraih suara terbanyak oleh KPU.

Namun, Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) kemudian memutuskan Putusan 90 cacat etik. Akibatnya, Anwar Usman yang juga paman Gibran, harus turun jabatan dari Ketua MK dan menjadi hakim MK biasa. Anwar juga dilarang mengadili sengketa pemilu yang berpotensi memicu konflik kepentingan.

Bagi Mega, putusan itu harus jadi cerminan. Tidak boleh para hakim mengulang hal serupa.

“Ketukan palu hakim Mahkamah Konstitusi selanjutnya akan menjadi pertanda antara memilih kegelapan demokrasi atau menjadi fajar keadilan bagi rakyat dan negara,” tutup Megawati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *